Allah Swt membekali para Nabi as dengan mukjizat agar
tidak ada lagi yang meragukan kenabian mereka. Mukjizat adalah suatu
keistimewaan yang keluar dari kebiasaan, dan tidak ada satupun yang mampu untuk
menandinginya.
Mukjizat beda dengan sihir. Mukjizat adalah sesuatu
yang tidak di bisa dipelajari dan hanya seorang Nabi yang bisa mendapatkan hal
tersebut. Adapun sihir hanyalah sebuah tipuan mata untuk mengelabuhi pandangan
orang yang melihatnya. Dan sihir termasuk ilmu yang bisa di pelajari oleh
siapapun.
Islam adalah agama terakhir, dan dibawa oleh Nabi
terakhir yaitu Muhammad Saw. Beliau adalah penutup bagi seluruh Anbiya Allah
Swt dan beliau adalah Nabi yang paling mulia di antara Nabi-nabi yang lain.
Tidak hanya itu, beliau adalah penyempurna risalah-risalah Allah yang dibawa
oleh Nabi-nabi sebelumnya.
Rasulullah Saw membawa agama Allah yang paling mulia
dimuka bumi ini. Dalam menyampaikan seluruh dakwahnya, banyak diantara
orang-orang jahiliah yang membangkang dan mengingkarinya. Bahkan mereka yang tidak
menerima dakwah Rasul, mereka menyerang, mencaci, menghina, serta menyakitinya.
Akan tetapi Rasul Saw adalah manusia mulia yang di utus Allah Swt selalu
bersabar dalam menjalankan syariat dan menyampaikan risalah-risalah Ilahiah.
Rasulullah Saw dibekali oleh Allah Swt dengan mukjizat
yang paling besar yaitu Al-Quran. Al-Quran disebut dengan mukjizat terbesar
karena al-Quran tetap dan kekal hingga hari kiamat kelak. Dia tidak berkurang
atau bertambah satu huruf pun. Semua yang ada di dunia ini ada di dalam kitab
suci Al-Quran. Banyak diantara penemuan-penemuan besar yang ternyata
penelitiannya itu sudah dijelaskan di dalam al-Quran, dan akhirnya mereka
memeluk agama Islam. Dalam segi kefasihan, tidak ada yang bisa menandingi
kefasihannya. Bahkan penyair-penyair dunia yang terkenal pun mengakui bahwa
kefasihan al-Quran tidak sebanding dengan syair-syair yang telah dibuatnya dan
sebuah kemustahilan bagi seseorang yang ingin menandinginya.
Allah Swt berfirman, “Dan jika kamu meragukan (al-Quran) yang Kami turunkan kepada hamba Kami
(Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya dan ajaklah
penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.” (QS. Al-Baqarah: 23).
Ayat di atas adalah bukti bahwa tidak ada satu pun
yang mampu menandingi al-Quran.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar