Salah satu fenomena yang sering kita lihat atau bahkan hal tersebut
terjadi pada diri kita sendiri adalah berdoa dan meminta ketika dalam keadaan
susah agar segala urusan yang kita miliki dilancarkan dan segala kesusahan yang
menimpa kita dicabut oleh Allah Swt. Namun, apakah dalam hati dan pikiran kita
terlintas kehadiran Allah Swt?
Setiap kesibukan yang kita miliki lebih
banyak meninggalkan dan melupakan kehadiran Allah Swt. Bahkan banyak diantara
kita yang kembali melanggar ketentuan-ketentuan Nya, seakan-akan tidak pernah
meminta bantuan kepada-Nya. Allah Swt berfirman,
وَإذا مَسَّ الإِنْسان الضُّرُّ دَعَانأ
لِجَنْبِهِ اوْ قَاعِدًا اَوْ قَائِمًا, فَلَمَا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرّه مرّ كَأَن
لَمْ يدْعُنا الى ضُرّ مَسّهُ
“Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan
berbaring, duduk, atau berdiri. Tetapi setelah Kami hilangkang bahaya itu
darinya, dia kembali kembali (ke jalan yang sesat), seolah-olah dia tidak
pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah
menimpanya.” (QS. Yunus:12).
Begitu pula ketika manusia menjalani hidup
yang serba kekurangan, dia mulai sholat, puasa sunnah, dan bertahajjud pun
tidak pernah lupa. Dan apa yang terjadi ketika hidupnya mulai berkecukupan, ia
mulai kembali pada kebiasaan sebelumnya. Seakan-akan seluruh kebaikan yang ia
dapatkan bersumber dari kerja kerasnya sendiri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar