Jangan Pernah Mengatakan, "Wanita adalah Orang yang Lemah" - Musafir Islam
Default Width dan Height di Tag Marquee Media Pencerahan Umat Islam

Rabu, 23 Agustus 2017

Jangan Pernah Mengatakan, "Wanita adalah Orang yang Lemah"

Wanita memiliki kedudukan yang sangat tinggi di dalam al-Quran. Tidak pernah ditemukan di dalamnya ungkapan yang mengatakan bahwa ia sebagai petunjuk bagi kaum pria saja, karena al-Quran adalah petunjuk untuk seluruh umat manusia. Oleh karena itu, ketika al-Quran menjelaskan tentang tujuan risalah Tuhan dan tujuan di turunkannya wahyu, Allah Swt berfirman,

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) Bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya di turunkan (permulaan) al-Quran sebagai petunjuk bagi umat manusia.”

Makna kata “manusia” dalam al-Quran tidak terbatas pada jenis dan golongan manusia tertentu, namun ia mencakup seluruh jenis manusia, baik pria maupun wanita. Semuanya sama.Sehubungan dengan hak-hak wanita di dalam Islam, Allah Swt berfiman,

Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai (harta atau diri) wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena kamu hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya. Kecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaulah dengan mereka secara makruf (patut, bersikap dan berucap yang baik dan wajar kepadanya). Jika kamu tidak menyukai mereka, maka bersabarlah. Karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padannya (pada apa yang kamu tidak sukai itu atau pada diri pasanganmu itu sifat-sifat lain yang merupakan) kebaikan yang banyak.”

Hak-hak wanita di dalam Islam sebagian berhubungan dengan hukum waris, nikah, poligami, mas kawin dan lain-lain. Berkenaan dengan topik yang kita bahas hari ini, sebagaimana yang telah disebutkan oleh ayat di atas, maka yang harus kita bawahi disini adalah perintah Allah kepada kita semua agar memperlakukan wanita selayaknya. “Dan bergaulah dengan mereka secara patut”. Memperlakukan wanita dengan cara yang baik atau patut adalah tidak hanya dalam masalah-masalah keluarga saja, tidak seperti yang digambarkan oleh sikap fanatisme jahiliyah yang menolak wanita bekerja ataupun terjun beraktivitas di tengah masyarakat.

Kemudian ayat di atas menekankan bahwa, “Jika kamu tidak menyukai mereka”, yakni jika kalian tidak senang kalau para wanita memiliki kedudukan yang sama dengan kalian, karena mereka terjun beraktivitas ditengah masyarakat, baik terjun di medan perang, menekuni bidang kedokteran dan pendidikan, maka tahanlah dan terimalah hal tersebut. Karena boeh jadi ada hikmah dan banyak kebaikan yang tidak kalian ketahui di balik itu semua.


Di riwayatkan dari al-Baihaqi bahwa suatu ketika Nabi Muhammad saw sedang duduk bersama sahabatnya, lalu datang seorang wanita dan berkata,

“Demi ayah dan ibuku, sesungguhnya aku adalah seorang wakil dari kaum wanita yang datang kepadamu. Ketahuilah, bahwa diriku adalah tebusan untukmu. Tidak ada wanita yang tinggal di belahan timur atau belahan barat yang mendengarkan perkataanku ini kecuali dia pasti sependapat denganku. Sesungguhnya Allah telah mengutusmu dengan kebenaran kepada kaum pria dan wanita, dan kami pun beriman kepadamu dan kepada Tuhan yang mengutusmu. Namun kami kaum wanita di batasi dan diperlakukan secara paksa. Kami adalah landasan rumah kalian (kaum lelaki), tempat untuk pemuas syahwat kalian dan yang mengandung anak-anak kalian. Sementara kalian, wahai kaum pria telah di utamakan daripada kami dengan shalat Jumat, shalat berjamaah, mengunjungi orang sakit, mengantarkan jenazah, melakukan beberapa kali haji dan sesuatu yang lebih utama dari itu adalah jihad di jalan Allah. Jika salah seorang pria dari kalian keluar untuk melakukan haji, umrah atau berjihad, maka kamilah yang menjaga harta kalian, kami yang memintal baju kalian dan kami yang menyimpan harta kalian. Wahai Rasulullah, maka dengan apa kami memperoleh pahala seperti kalian?”

Mendengar perkataan wanita itu Nabi Muhammad Saw menolehkan wajahnya kepada sahabatnya dan berkata, “Apakah kalian pernah mendengar pertanyaan seorang wanita tentang masalah agamanya yang lebih baik dari pertanyaan wanita ini?” Para sahabat menjawab, “Wahai Rasulullah, kami tidak menyangka wanita telah memperoleh petunjuk hingga sampai seperti itu.”
Rasuullah Saw kemudian berkata kepada wanita tersebut, “Wahai wanita, kembali dan beritahu seluruh wanita yang berada di belakangmu, bahwa memperlakukan suami dengan baik, meminta ridhonya, dan menuruti segala apa yang di iyakannya adalah sama dengan pahala itu semua.” Lalu wanita itu keluar sambal mengucapkan kalimat tahlil dan takbir karena merasa senang dengan jawaban Rasulullah Saw tersebut.

Dalam sisi kemanusiaan, seorang wanita juga memiliki kekuatan dan keutamaan tersendiri. Jangan sampai kita meremehkan pekerjaan seorang wanita, karena tanpanya kita tidak akan bisa melihat dunia ini. Sebab kita terlahir dari seorang wanita yang memiliki perjuangan yang sangat besar ketika kita akan hadir di dunia ini. Bentuk kasih sayang seorang wanita melebihi dari menyayangi diri sendiri. Maka dari itu, jangan sampai sedikitpun kita memperlakukan wanita dengan perlakuan yang buruk.

Jika kita lihat seorang wanita yang di kenal dengan pahlawan nasional dalam memperjuangkan emansipasi wanita kala hidupnya. Ia berusaha memajukan perempuan pribumi sebab dalam pikirannya kedudukan wanita pribumi masih tertinggal jauh atau memiliki status sosial yang cukup rendah di masa itu. Dengan segala kegigihannya, ia berhasil memajukan wanita-wanita pribumi pada masanya. Ia adalah seorang Kartini yang memiliki jiwa dan pengorbanan yang begitu agung.


Ini salah satu contoh bahwa seorang wanita bukanlah orang yang lemah dan tak berdaya, akan tetapi perjuangan seorang wanita juga sangat besar dalam kehidupan. Contoh, jika seorang laki-laki tidak memiliki seorang istri, apa yang terjadi? Mereka akan mengalami hidup yang kurang nyaman, hidupnya pun susah. Meskipun wanita hanya seorang ibu rumah tangga, tapi jiwa-jiwa yang di milikinya melebihi jiwa seorang pria. Mereka selalu bersabar dalam mengurus anak-anaknya, mengurus istrinya, mengurus rumah dan lain sebagainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar