Para Pembaca Quran yang Meragukan Sang Pemilik Kitab - Musafir Islam
Default Width dan Height di Tag Marquee Media Pencerahan Umat Islam

Minggu, 08 September 2019

Para Pembaca Quran yang Meragukan Sang Pemilik Kitab


Banyak terjadi perselisihan diantara para ulama, fukaha ataupun para ilmuan yang lainnya bahwa Al Quran kitab suci Allah Swt terdapat tahrif.

Tahrif sendiri adalah pengurangan atau penambahan dari bentuk aslinya, dan sebagian besar ulama ahlusunnah mendebatkan masalah ini. Bahkan mayoritas berkeyakinan dengan adanya tahrif Al Quran.

Coba kita renungi lagi dan fikir lebih dalam lagi, apa itu Al Quran, apa yang terkandung di dalamnya, apa makna dan bacaan-bacaan yang ada? Semua ini adalah pertanyaan besar bagi kita semua. Setelah adanya pertanyaan mendasar ini kita mulai berfikir dan mencari jawaban, dan kemudian pun kita saling berpendapat. Kita tahu bahwa Al Quran adalah kitab suci Allah Swt yang di turunkan kepada Rasul Muhammad Saw kekasih-Nya. Isi dari makna, ayat di dalamnya adalah sebuah hukum-hukum, catatan sejarah, akidah tentang Tuhan dan yang lain sebagainya.

Kitab tersebut bukanlah karangan atau karya Muhammad Saw, kitab tersebut bukanlah kita yang bisa di buat oleh manusia sebagaimana firman Allah yang tercantum dalam kitab-Nya itu,

ﺃَﻡْ ﻳَﻘُﻮﻟُﻮﻥَ ﺍﻓْﺘَﺮَﺍﻩُ ۖ ﻗُﻞْ ﻓَﺄْﺗُﻮﺍ ﺑِﻌَﺸْﺮِ ﺳُﻮَﺭٍ ﻣِﺜْﻠِﻪِ ﻣُﻔْﺘَﺮَﻳَﺎﺕٍ ﻭَﺍﺩْﻋُﻮﺍ ﻣَﻦِ ﺍﺳْﺘَﻄَﻌْﺘُﻢْ ﻣِﻦْ ﺩُﻭﻥِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻥْ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺻَﺎﺩِﻗِﻴﻦَ﴿١٣﴾ﻓَﺈِﻟَّﻢْ ﻳَﺴْﺘَﺠِﻴﺒُﻮﺍ ﻟَﻜُﻢْ ﻓَﺎﻋْﻠَﻤُﻮﺍ ﺃَﻧَّﻤَﺎ ﺃُﻧْﺰِﻝَ ﺑِﻌِﻠْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺃَﻥْ ﻟَﺎ ﺇِﻟَٰﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﻫُﻮَ ۖ ﻓَﻬَﻞْ ﺃَﻧْﺘُﻢْ ﻣُﺴْﻠِﻤُﻮﻥَ

Bahkan mereka mengatakan, “Muhammad telah membuat-buat al-Qur’ân itu!” Katakanlah, “(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat yang dibuat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allâh, jika kamu memang orang-orang yang benar”. Jika mereka (yang kamu seru itu) tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu, maka ketahuilah, sesungguhnya al-Qur’ân itu diturunkan dengan ilmu Allâh, dan bahwasanya tidak ada Tuhan yang haq selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)? (Hud:13-14)


Sudah sangat jelas bahwa Allah Swt sendiri yang mengatakan hal serupa bahwa Al Quran bukan di turunkan dari orang atau manusia itu sendiri. Dan disini Allah Swt menegaskan lagi dengan menantang atau memerintahkan siapa saja yang mampu mendatangkan, membuat, ataupun mengarang sebuah ayat yang sama denganya. Dan lagi-lagi Allah Swt berfirman,

ﻭَﺇِﻥْ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﻓِﻲ ﺭَﻳْﺐٍ ﻣِﻤَّﺎ ﻧَﺰَّﻟْﻨَﺎ ﻋَﻠَﻰٰ ﻋَﺒْﺪِﻧَﺎ ﻓَﺄْﺗُﻮﺍ ﺑِﺴُﻮﺭَﺓٍ ﻣِﻦْ ﻣِﺜْﻠِﻪِ ﻭَﺍﺩْﻋُﻮﺍ ﺷُﻬَﺪَﺍﺀَﻛُﻢْ ﻣِﻦْ ﺩُﻭﻥِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻥْ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺻَﺎﺩِﻗِﻴﻦ ﴿٢٣﴾
ﻓَﺈِﻥْ ﻟَﻢْ ﺗَﻔْﻌَﻠُﻮﺍ ﻭَﻟَﻦْ ﺗَﻔْﻌَﻠُﻮﺍ ﻓَﺎﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻨَّﺎﺭَ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﻭَﻗُﻮﺩُﻫَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﻭَﺍﻟْﺤِﺠَﺎﺭَﺓُ ۖ ﺃُﻋِﺪَّﺕْ ﻟِﻠْﻜَﺎﻓِﺮِﻳﻦ

Jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang al-Qur’ân yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal al-Qur’ân itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allâh, jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya), dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, (neraka itu) telah disediakan bagi orang-orang kafir. (Al-Baqarah: 23-24)

Sangat jelas juga tantangan Allah Swt bagi siapa saja yang mengatakan Al Quran memiliki kekurangan. Perlu di catat, Al Quran adalah salah satu mukjizat tersebesar yang mana kita semua bisa merasakan adanya mukjizat tersebut hingga hari ini juga dan bahkan seterusnya.

Kita seringkali mendengar dan membaca tentang mukjizat para Nabi terdahulu, seperti halnya tongkat Nabi Musa As bisa menjadi ular besar dan memakan ular-ular kecil dari sang penyihir, Nabi Isa as yang bisa membangkitkan dan menghidupkan kembali orang yang sudah meninggal, dan masih banyak lainnya.

Lalu apakah dengan mukjizat-mukjizat di atas kita menyaksikan langsung dan merasakan kehadiran hal itu di mata kita?? Sangat jelas sekali hal itu tidak pernah kita jumpai langsung.

Lalu, coba sekarang kita melihat dan saksikan langsung mukjizat Rasulullah Saw yang paling besar dan ini adalah salah satu mukjizat yang tidak bisa di samakan dengan mukjizat-mukjizat yang ada sebelumnya. Sampai saat ini, hari ini, dan detik ini pun kita bisa menyaksikan langsung mukjizat teragung tersebut. Hingga akhir hayatpun kita akan tetap bisa menyaksikannya.

Namun dengan penjelasan ini juga sebagian dari kita masih belum puas, padahal semuanya sudah jelas. Dan Allah Swt menegaskan lagi dalam kitab-Nya,

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُون
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya(QS. Al-Hijr 9).

Ayat di atas mengajarkan dan menjelaskan kepada kita semua bahwa Allah Swt menurunkan ayat-ayat suci Quran dan Allah sendirilah yang menjaga keutuhannya. Ketika manusia berselisih dan menganggap bahwa Quran telah terjadi tahrif berarti ia meragukan kesempurnaan Tuhannya sendiri. Sebenarnya ini logika kecil-kecilan saja, ke arah mana kita melangkah yaitu lah fudhuliyyah manusia. Tentu bukan sebuah alasan ketika kita bisa berpendapat berarti kita lebih sempurna dari Tuhan. Hal ini benar-benar sebuah hinaan yang sangat besar terhadap Dzat yang mengadakan kita dari ketiadaan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar